Kisah Kematian Spider-Man


Peter Parker menerima telepon yang sangat mengejutkan dari  dari Marry Jane: Norman Osborn dan semua musuh-nya : Otto Octavius, Sandman, Kraven dan Electro telah melarikan diri dari penjara! Khawatir akan keselamatan keluarga nya, Peter bergegas pergi kerumah Bibi May dan meminta Bibi May berkemas dan bersembunyi ke tempat yang jauh. Peter lalu  mengejar Norman dan teman-teman penjahatnya.
Dalam pengejarannya, Peter melihat The Punisher yang sudah siap membidik Capt. America, Peter tanpa ragu melompat menyelamatkan sahabatnya dengan menjadikan dirinya tameng dari tembakan dari The Punisher.

Setelah terkena tembakan The Punisher, ia terluka parah. Takut identitasnya terbongkar, Peter memutuskan pulang ke rumah Bibi May. Ternyata di sana sudah ada Sandman, Kraven, Electro dan Norman Osborn ! Dalam keadaan terluka parah Spiderman dikeroyok semua lawannya.

Setelah berkelahi habis-habisan, akhirnya Peter berhasil mengalahkan semua lawannya satu-persatu musuhnya, namun dengan semua pukulan dan luka yang ia terima, Peter Parker akhirnya menghembuskan nafas terakhir di dalam pelukan Marry Jane...


Reaksi Fans dan penjelasan Stan Lee
Kisah diatas diambil dari komik Amazing Spider-Man #700, akhir yang sungguh mengejutkan itu, tentu saja membuat penggemar  komik Spider-Man tersengat dan sedih . Ketika kisah kematian Peter Parker mulai bocor di internet,  reaksi dari fans sungguh luar biasa, dari kemarahan sampai ancaman kematian di lontarkan penggemar Peter Parker kepada team penulis Spider-Man.

Sejak Stan Lee dan Steve Ditko meluncurkan pahlawan super yang canggung itu  pada tahun 1962 itu "Amazing Fantasy #15," karakter Peter Parker menjadi sangat populer, bahkan melebihi karakter superhero-nya sendiri : Spider-Man, lalu kenapa harus di buat meninggal ?



Orang-orang jatuh cinta dengan Peter Parker pertama dan kemudian Spider-Man yang kedua.  Tidak ada yang lebih "terkejut dan sedih" pada awalnya dari Stan Lee sendiri. " Saya pikir Itu salah satu hadiah ulang tahun paling mengejutkan , awalnya saya ingin menolak ide gila itu" ujar Stan Lee, yang  tepat berusia 90 tahun pada saat komik edisi terakhir ini di release.  Tapi suara kecil di kepala saya berbisik, jangan pernah berkata itu mustahil, lakukan saja selagi sempat, karena Marvel adalah rumah ide, akan selalu banyak kejutan kreatif buat keluarga Marvel".