Perang Mencekam di Kota Gotham


"If Man Won’t Kill God, The Devil Will !"

Kalimat pendek dari Lex Luthor diatas, benar-benar menggambarkan apa yang bisa kita lihat dari film Batman v Superman : Dawn Of Justice. 2.5 jam yang mencekam tentang usaha Lex Luthor mengadu nyawa  pahlawan Gotham : Batman dan Superman, sang dewa kebaikan, kalau gagal ia sudah punya rencana lain yang lebih gila : Doomsday!
Buat yang di Indonesia sendiri beruntung banget bisa nonton film ini dari kemarin, karena di negara asalnya baru akan tayang hari ini 25 Maret 2016.

Ibarat ring tinju, film ini di bagi dalam 3 ronde : Intro, Man v God dan Justice League v Doomsday. Sutradara kiamat kecil di Metropolis dan Gotham City ini adalah Lex Luthor, billionaire jenius nan kejam yang terobsesi untuk menguasai dunia dan... membunuh Superman. Di film ini juga kita bisa melihat kehadiran anggota Justice League lainnya : Wonder Woman, The Flash, Cyborg dan Aquaman. Tiga hero terkahir hanya muncul sekilas, sebagai pengantar film DC yang lain.


Dari awal ia sudah merencanakan untuk menggunakan tenaga Batman untuk melenyapkan Superman.  Lex Luthor sepertinya tidak perlu bersusah payah, karena kedua superhero itu sudah saling benci dari awal. Batman melihat Superman sebagai ancaman dunia, kalau suatu saat ia ngamuk, tidak ada yang bisa menahannya, ribuan warga yang mati saat pertarungannya dengan Zod adalah bukti-nya. Sedang bagi Superman, Batman adalah teror bagi warga Gotham, merasa di atas hukum dan doyan menyiksa penjahat dengan cara kejam, bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh ayah angkatnya. Kekesalan Batman kepada Superman makin memuncak, saat upayanya mengambil alih batu cryptonite dari pasukan Lex Luthor di hentikan oleh Superman. Batmobile-nya hancur dengan mudah,  "Next time they shine your light in the sky, don't go to it. The Bat is dead. Bury it. Consider this mercy" ancam Superman kepada Batman dengan nada merendahkan. Kejadian ini memicu Batman untuk mempercepat upayanya mengalahkan Superman. Akhirnya Batman berhasil mencuri Baru Cryptonite dan mengembangkan banyak senjata untuk mengalahkan Superman. Batman kemudian menyalakan lagi Batman Light ke angkasa dan ia menunggu Superman di suatu tempat. 


Film-nya sendiri di buat dengan penuh rasa muram dan kebencian, rasanya saya seperti nonton film Batman The Dark Knight saat ia berhadapan dengan Joker dan film Predator, saat Arnold harus bersiap menghadapi Predator. Tidak ada superhero yang tersenyum apalagi tertawa, semua penuh emosi, Bruce Wayne yang selalu bermimpi buruk, Clark Kent yang menahan emosi dicaci maki orang-orang yang ia tolong, termasuk Perry White bos-nya Koran Daily Planet   marah-marah terus kepada Clark Kent yang tidak pernah mengerjakan tugasnya untuk menulis berita olah-raga. Hanya ada satu orang yang terus tertawa gila : Lex Luthor, mengingatkan saya akan karakter Joker di film Batman The Dark Knight. Selain mengadu Batman dan Superman, ia juga mengambil jasad General Zod dan menghidupkannya lagi dan mencampurkan dengan darahnya sendiri untuk menciptakan satu mahluk baru : Doomsday. Monster penyerap energi yang semakin lama semakin kuat berevolusi menjadi Iblis pembawa kehancuran dunia. Lalu siapa yang menang ? dan bagaimana cara mengalahkan Doomsday ? well better butuan ajak teman pergi ke bioskop, jangan terlalu memept, karena di pastikan 1 minggu ke depan bakal penuuh.


EmoticonEmoticon